Terjal Memang Pandai Menguji

Kumaklumi terjal memang pandai menguji. Aku tak bersayap, sehingga kujalani saja semampuku. Andai kaki ini lemah, semoga matamu masih teduh untuk sekadar memberiku ruang peristirahatan ketika rapuh. Kebahagiaan tak dapat kunikmati sendiri. Jika ada waktu, ikutlah bersamaku ke atas bukit – bukit itu. Mengintip awan yang sedang menyiapkan hujan, untuk bunga – bunga yang telah […]

Read More Terjal Memang Pandai Menguji

Kehilangan Perlu Dirasa

Aku memang salah. Sebelumnya yang kucari hanyalah kesempurnaan. Ternyata kau benar. Kau menyadarkanku bahwa yang kubutuhkan haruslah seseorang yang sabar. Karena bagiku kali ini cinta haruslah menjadi ikatan panjang antara dua hati yang saling terikat. Dan sekarang terlambat untuk kita ulangi lagi meskipun itu sangat ku inginkan. Mungkin saja bagimu sekarang aku hanyalah seekor semut […]

Read More Kehilangan Perlu Dirasa

Rindu Milik Pengecut

Do’a yang pernah teraminkan itu benar-benar menamparku bahwa semuanya fana, bahwa sebenarnya do’a – do’a itu hanya teraminkan sementara. Selagi kita masih dapat menatap satu sama lain dengan tatapan paling teduh saat itu, kita menyangka bahwa semuanya akan benar-benar abadi, kita menyangka bahwa takkan ada yang dapat memisahkan kita. Namun lagi-lagi Tuhan selalu berhasil mengajariku […]

Read More Rindu Milik Pengecut

Kesalahan Hujan

“Kesalahan hujan ialah menghanyutkan debu-debu ke sungai. Sedangkan sungai mengumpulkan kembali debu-debu itu di lautan; kampung halamannya” Majalengka, 23 Agustus 2018

Read More Kesalahan Hujan

Waktu, Ketetapan & Do’a

“Waktu” Manusia selalu percaya mitos keabadian, sedangkan mereka selalu mementingkan egonya dan tidak tahu arti menghargai. Lantas kenangan seindah apapun akan tetap di masanya. Hari ini, esok dan lusa, apa kamu yakin setiap manusia akan tetap sama entah itu fisik, pola pikir dan perasaannya? Manusia sering menganggap takdir Tuhan tidak tepat waktu, padahal sudah setepat-tepatnya. […]

Read More Waktu, Ketetapan & Do’a

Puisi dan Namamu

Aku tak ingin memberimu puisi Sapardi bahkan Sujiwo Tejo dengan bahasa tingkat tinggi sastra Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri di hadapanmu dan aksara Dengan memberimu puisi sederhana yang ku tata bertandakan namaku di bawahnya Karena aku akan sangat bahagia, dapat melihat senyumu ketika membacakannya Mungkin ada saatnya dimana matamu tak bening lagi Kulit wajahmu […]

Read More Puisi dan Namamu